Gerilyawan dengan Misi Cinta Lingkungan

Posted: 28 Desember 2010 in Berita, Terkini

Para aktivis pecinta lingkungan ini berkebun secara bergerilya pada malam hari di sudut-sudut kota Washington DC yang tidak terurus.

Mana Rabiee / Sisilia Astuti | Washington DC. Senin, 27 Desember 2010

Di kota-kota besar di seluruh dunia ada gerilya yang tidak menggunakan senapan atau senjata. Ini disebut “Gerilya Berkebun”, ini merupakan jenis kesenian perkotaan dengan misi cinta lingkungan.Pada Sabtu malam biasanya Theresa Blaner dan pasangannya Doug serta seekor burung beo peliharaan mereka bernama Gandalf, punya acara diluar rumah. Mereka berusaha menyelamatkan sudut-sudut kota Washington DC yang tidak terurus.

Theresa dan Doug adalah “tukang kebun gerilya” – warga kota yang menjadi aktivis untuk mengubah lanskap perkotaan dengan berkebun di wilayah umum tanpa perizinan. Ini mirip coretan grafiti tapi lewat tanaman.

“Saya kira mereka memilih istilah gerilyawan karena kami melakukan pekerjaan ini secara diam-diam dan cepat.  Jadi kami memilih suatu tempat, kemudian masuk tanpa ijin dan melaksanakan tugas, serta keluar dari sana,” ungkap Theresa Blanner.

Seorang “gerilyawan” menanam bunga di salah satu sudut kota Washington DC.

VOA Photo M. Rabiee

Komunitas berkebun gerilya bermunculan di kota-kota besar lain seperti- London, Paris, dan Los Angeles. Para tukang kebun ini menuliskan tentang kebun graffiti mereka dalam blog, yang seringkali mereka melakukannya secara diam-diam pada malam hari. Mereka sering menggunakan internet untuk memilih lokasi berikutnya.

Theresa mengatakan lokasi malam ini dulunya garasi, tapi itu tampaknya sudah ditinggalkan pemiliknya selama lebih dari setahun.

“Tempatnya buruk tetapi punya banyak potensi,” kata Theresa.

Kenneth Moore menulis sebuah blog tentang berkebun di rumah di Washington DC. Ia mengatakan dalam gerilya berkebun sangat penting untuk menanam tanaman yang bisa hidup  tanpa perlu perawatan.

Tukang kebun Gerilya sering memilih lokasi  yang strategis untuk membuat pernyataan lingkungan – seperti di lubang saluran pembuangan atau kotak surat kabar yang tidak terpakai. Tapi menurut Theresa para gerilyawan lebih memilih untuk membuat taman yang tetap sehingga Pemerintah kota tidak bisa menggusurnya.

Sekarang mungkin belum kelihatan hasilnya. Tapi musim semi mendatang, akan ada tulip di sini di mana dulunya merupakan gedung rusak.

Theresa dan Doug –juga Gandalf yang bertengger di pundaknya – berharap taman kota ilegal yang mereka tanam terakhir kali akan memiliki kesempatan untuk tumbuh.

Mereka mungkin akan kembali melanggar peraturan kota Sabtu malam mendatang, tapi mereka tidak khawatir polisi akan datang dan menangkap mereka. Karena menurut Theresa Polisi akan disibukkan dengan tindak kejahatan lainnya yang lebih serius, dibandingkan harus berurusan dengan para gerilyawan berkebun.

Sumber:

http://www.voanews.com/indonesian/news/Gerilyawan-dengan-Misi-Cinta-Lingkungan-112523074.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s